Zakat Hewan Ternak: Sapi, Kambing, Unta (Tabel Bukhari)

Zakat hewan ternak dihitung dengan menghitung jumlah ekor dan mencocokkannya dengan tabel nisab tetap, bukan dengan menilai harga jualnya dalam uang, dan zakat ini hanya berlaku untuk ternak sa’imah, yaitu hewan yang digembalakan bebas di padang rumput alami selama sebagian besar tahun, bukan hewan yang diberi pakan beli di kandang atau peternakan komersial. Unta, sapi dan kerbau, serta kambing dan domba masing-masing punya tabel nisab sendiri, dan zakat yang wajib biasanya berupa seekor hewan dengan usia dan jenis tertentu, bukan persentase nilai pasar. Artikel ini membahas tabel nisab sebenarnya untuk tiap jenis, contoh perhitungan peternak, dan satu perbedaan penting -sa’imah versus ternak yang diberi pakan- yang menentukan apakah usaha Anda mengikuti sistem ini atau justru dizakati sebagai barang dagangan.

Nisab Zakat Hari Ini (Standar Emas)

Syarat sa’imah: kenapa kebanyakan peternakan modern tidak pakai tabel ini

Zakat ternak dalam fikih klasik secara khusus berlaku untuk ternak sa’imah, yaitu hewan yang digembalakan di padang rumput bebas selama sebagian besar tahun (mayoritas ulama mensyaratkan lebih dari setengah tahun) dan dipelihara terutama untuk susu, pembiakan, dan pertumbuhan, bukan untuk dijual segera. Jika Anda membeli pakan atau silase untuk memberi makan ternak sebagian besar tahun, bukan mengandalkan penggembalaan bebas, maka ternak Anda secara teknis disebut ma’lufah (diberi pakan) dan sepenuhnya berada di luar sistem tabel nisab hewan di bawah ini. Perbedaan inilah yang paling sering terlewat dalam setiap pembahasan zakat ternak online, dan sangat penting secara praktis karena mengubah baik jumlah yang wajib dibayar maupun cara menghitungnya.

Bagaimana peternakan komersial sebenarnya dizakati

Peternakan sapi perah komersial, usaha penggemukan sapi (feedlot), atau peternakan ayam yang dibeli dan dibesarkan untuk dijual, dalam fikih kontemporer sebagian besar dianggap sebagai barang dagangan (urudh tijarah), bukan ternak sa’imah. Artinya, hewan itu sendiri, beserta stok pakan dan aset lain, dinilai berdasarkan harga pasar saat ini dan dizakati dengan tarif standar 2,5 persen, sama seperti barang dagangan usaha lainnya, bukan dihitung berdasarkan tabel unta, sapi, atau kambing di bawah. Kebanyakan pemilik peternakan modern seharusnya menggunakan metode zakat perdagangan, bukan tabel hitung ekor di halaman ini. Sistem tabel nisab hewan sungguh berlaku untuk peternak kecil dan penggembala tradisional yang ternaknya masih digembalakan bebas, sebuah kategori yang kian menyusut namun nyata, terutama di komunitas pedesaan dan semi-nomaden.

Tabel nisab zakat unta

Unta memiliki sistem nisab paling terperinci di antara tiga kategori. Di bawah 5 ekor tidak ada zakat sama sekali. Dari 5 ekor, zakat wajib berupa kambing, bukan unta, sampai jumlahnya mencapai 25, setelah itu zakatnya sendiri menjadi seekor unta dengan usia tertentu.

Jumlah untaZakat wajib
1-4Tidak ada
5-91 ekor kambing
10-142 ekor kambing
15-193 ekor kambing
20-244 ekor kambing
25-351 bintu makhad (unta betina usia 1 tahun)
36-451 bintu labun (usia 2 tahun)
46-601 hiqqah (usia 3 tahun)
61-751 jadza’ah (usia 4 tahun)
76-902 bintu labun
91-1202 hiqqah

Di atas 120 ekor, polanya berlanjut: satu bintu labun untuk setiap tambahan 40 ekor, atau satu hiqqah untuk setiap tambahan 50 ekor, mana yang sesuai dengan jumlah pasti.

Tabel nisab zakat sapi dan kerbau

Sapi dan kerbau diperlakukan sama dalam zakat. Zakat dimulai dari 30 ekor, dan hewan yang wajib dikeluarkan digambarkan berdasarkan usia, bukan nilai uang tetap.

Jumlah sapi/kerbauZakat wajib
1-29Tidak ada
30-391 tabi’ (anak sapi usia 1 tahun, jantan/betina)
40-591 musinnah (betina usia 2 tahun)
60-692 tabi’
70-791 tabi’ + 1 musinnah
80-892 musinnah

Di atas 90 ekor, aturannya berulang: satu tabi’ untuk setiap tambahan 30 ekor, dan satu musinnah untuk setiap tambahan 40 ekor, digabung agar sesuai total sebenarnya.

Tabel nisab zakat kambing dan domba

Kambing dan domba digolongkan sebagai satu kategori (“ghanam”), dan inilah tabel yang paling dibutuhkan peternak kecil dan pemilik ternak kurban.

Jumlah kambing/dombaZakat wajib
1-39Tidak ada
40-1201 ekor kambing/domba
121-2002 ekor
201-3003 ekor
301-3994 ekor
400+Tambahan 1 ekor untuk setiap tambahan 100 ekor

Contoh perhitungan: peternak sapi rakyat

Bayangkan seorang peternak memiliki 150 ekor domba yang digembalakan bebas di padang rumput bersama sekitar sepuluh bulan setahun, hanya ditambah sedikit pakan beli saat musim dingin. Karena ternak digembalakan bebas sebagian besar tahun, mereka memenuhi syarat sa’imah. Melihat tabel domba, angka 150 masuk kategori 121-200, sehingga wajib zakat 2 ekor domba, diberikan dalam kondisi wajar, bukan yang terlemah di kawanan. Jika peternak yang sama juga memiliki 35 ekor sapi yang merumput di lahan yang sama, tabel sapi untuk kategori 30-39 berlaku terpisah, menambahkan 1 tabi’ (anak sapi usia 1 tahun) di atas zakat domba tadi; zakat ternak dihitung terpisah untuk tiap jenis, lalu digabungkan menjadi total kewajiban tahunan.

Kesalahan umum dalam zakat ternak

Kesalahan paling sering dan paling merugikan adalah menganggap peternakan sapi perah atau daging komersial modern harus memakai tabel nisab hewan ini, padahal kenyataannya sebagian besar usaha semacam itu dizakati sebagai barang dagangan dengan nilai pasar penuh, yang biasanya menghasilkan angka yang jauh berbeda (biasanya lebih besar) dibanding menghitung ekor lewat tabel. Kesalahan kedua yang umum adalah mencampur jenis hewan berbeda ke satu tabel, padahal unta, sapi/kerbau, dan kambing/domba masing-masing punya tabel terpisah yang harus dihitung sendiri-sendiri. Kesalahan ketiga adalah melupakan syarat sa’imah sama sekali dan menerapkan tabel nisab pada hewan yang sebenarnya diberi pakan beli sebagian besar tahun. Terakhir, sebagian pemilik mencoba memberikan hewan terlemah atau sakit sebagai zakat; hewan yang diberikan seharusnya berkualitas rata-rata wajar, bukan yang terburuk di kawanan.

Kenapa kalkulator ini berbeda

Sebagian besar kalkulator zakat online hanya menangani uang tunai, emas, dan aset usaha, dan sama sekali tidak memiliki modul ternak, sehingga peternak dan penggembala kecil terpaksa menghitung sendiri tabel unta, sapi, dan kambing dari referensi fikih yang tersebar. Bagian ternak di kalkulator situs ini menjawab dengan jumlah dan jenis hewan sebenarnya -berapa ekor domba, atau kategori unta atau anak sapi mana- alih-alih mengubah semuanya menjadi taksiran uang yang tidak membantu dan tidak sesuai dengan cara zakat ternak sebenarnya dibayarkan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah ternak yang dipelihara hanya untuk susu dan daging pribadi, bukan untuk dijual, tetap wajib zakat?
Ya, jika hewan memenuhi syarat sa’imah (digembalakan bebas sebagian besar tahun) dan mencapai nisab minimum untuk jenisnya, zakat tetap wajib meskipun Anda tidak berniat menjualnya.
Bagaimana jika ternak saya digembalakan bebas enam bulan dan diberi pakan beli enam bulan lainnya?
Mayoritas ulama mensyaratkan penggembalaan lebih dari setengah tahun agar syarat sa’imah terpenuhi. Pembagian tepat setengah-setengah adalah titik perbedaan pendapat ulama yang nyata; konsultasikan dengan ulama setempat untuk situasi spesifik Anda.
Bolehkah saya membayar nilai uang hewan tersebut alih-alih hewan itu sendiri?
Sebagian mazhab membolehkan membayar nilai uang setara hewan yang wajib sebagai kemudahan, terutama di tempat lembaga zakat resmi beroperasi, sementara mazhab lain mensyaratkan hewan itu sendiri. Periksa praktik yang diterima lembaga zakat setempat Anda.
Apakah hewan pekerja seperti sapi bajak atau unta angkut wajib zakat?
Tidak. Hewan yang digunakan untuk kerja, seperti membajak, irigasi, atau angkutan, bukan dipelihara untuk susu, pembiakan, atau dijual, umumnya dikecualikan dari zakat ternak berapa pun jumlahnya.
Bagaimana zakat kawanan yang dimiliki bersama (kongsi) dihitung?
Kawanan sa’imah milik bersama yang berbagi padang rumput, tempat minum, dan pembiakan umumnya diperlakukan sebagai satu kawanan gabungan untuk zakat (khulthah), kemudian kewajiban dibagi proporsional sesuai bagian masing-masing pemilik, bukan dihitung sendiri-sendiri per pemilik dalam tabel nisab.

Siap menghitung zakat Anda dengan benar, aset demi aset?

Buka Kalkulator Zakat

Situs ini adalah alat perhitungan, bukan lembaga fatwa. Konsultasikan dengan ulama yang kompeten atau lembaga zakat setempat untuk situasi spesifik Anda.

Sumber: Hadis Sahih al-Bukhari tentang tabel nisab zakat unta, sapi, dan kambing (sebagaimana diriwayatkan dari surat Abu Bakar kepada Anas), Standar Syariah AAOIFI tentang zakat, keputusan lembaga fikih kontemporer yang membedakan ternak sa’imah dari peternakan barang dagangan.

Zeeshan Abbas ✦ Verified
Ditulis & Ditinjau oleh
Zeeshan Abbas
Pendiri · ZakatHisab.com
🕌 Standar AAOIFI · Empat Mazhab · Nisab Langsung

Zeeshan Abbas adalah pendiri ZakatHisab.com, di mana setiap kalkulator dan panduan dibangun berdasarkan Standar Syariah AAOIFI, diperiksa silang dengan empat mazhab Sunni (dan fikih Ja‘fari bila relevan), dengan nisab yang diambil langsung dari harga emas dan perak terkini, dan konten diterbitkan secara asli dalam sembilan bahasa.

🕌 Keuangan Syariah 📊 Standar AAOIFI 🌐 9 Bahasa 📅 Nisab 2026
Diverifikasi berdasarkan AAOIFI · Empat Mazhab · Lembaga Zakat Nasional

فارسی हिन्दी বাংলা Türkçe Bahasa Melayu اردو العربية English